Browsing All Posts filed under »Esai«

40

December 25, 2025

0

Gue sudah lama tidak menulis di blog ini. Kalau dirata-ratakan, tulisan yang gue muat di sini hanya satu postingan dalam kurun waktu satu tahun. Cukup boros, mengingat domain ini tetap gue bayar setiap tahun. Namun semalam, gue mencoba mengunjunginya kembali—seperti seseorang yang sudah lama tidak pulang ke rumah, lalu memberanikan diri membuka pintu dan melihat-lihat […]

Komor to The Beat

January 11, 2025

0

This post is dedicated to Fransisca Maureen (1980-2024) may you rest in piece. I love you and I miss you everyday.

Satu Kamar, Empat Pasien, dan Nol Pilihan

July 25, 2021

0

Setelah Ibu mertua terjangkit COVID-19, korban berikutnya adalah Bapak dan Mama gue sendiri. Rumornya, Bapak tertular dari salah satu staf di kantornya yang memaksakan diri untuk tetap masuk walau sedang dalam kondisi tidak fit. Bapak melakukan isolasi mandiri di rumah. Mama tertular dari Bapak akibat close contact dengan Bapak dalam satu rumah. Yang melegakan dari […]

Pandemi dan Kesenangan yang Dicicil

July 9, 2020

0

Ini merupakan bulan keempat gue melakukan karantina mandiri di masa pandemi sejak Maret 2020. Pandemi ini adalah mimpi buruk bagi kita semua. Teman-teman gue yang biasanya memamerkan perjalanan trip ke Amerika, Eropa, dan segala bentuk aktivitas hedonisme lainnya melalui Instastory dan WhatsApp Story, kini selama pandemi, status Insta dan WhatsApp Story mereka tergantikan dengan berjualan […]

#hidupiniseperti34yearsold

May 29, 2019

0

Gue memulai blog ini pada tahun 2011, tepatnya pada Desember 2011, kala itu gue masih berumur 26 tahun, masih single, selalu optimis saat menatap masa depan, masih memiliki banyak waktu untuk membaca buku favorit, menonton film via streaming berjam-jam lamanya, ngomongin kejelekan orang lain, hingga menulis blog dari pukul dua pagi hingga tiga pagi. Ahh. […]

Mujito dan Seni Bertahan Hidup di Kantor

December 4, 2018

0

Jumat, 23 November 2018, bos gue memanggil semua stafnya untuk berkumpul di sebuah ruangan. Dengan bola mata yang berkaca-kaca, ia mengumumkan bahwa ia akan mengundurkan diri—atau, lebih tepatnya, mengajukan pensiun dini—dari tempatnya bekerja selama 29 tahun terakhir. Ia mengatakan hal itu kepada sepuluh anak buahnya. Anak buah adalah sebutan untuk kami, para bawahannya, yang sering […]

Kemeja Body Fit Untuk Hidup Yang Tidak Terlalu Fit.

March 17, 2018

0

Sepuluh tahun lalu, usia gue dua puluh dua tahun. Momen di mana gue baru lulus kuliah. Tahun 2008 merupakan tahun penuh harapan kala itu, harapan untuk bekerja di Jakarta, di daerah Sudirman, Thamrin, Kuningan, atau seputarnya. Gue membayangkan bagaimana gue akan berpakaian necis seperti kebanyakan para pekerja kantoran yang kerap gue lihat dari balik jendela […]

#hidupinisepertiiler

November 28, 2017

0

Apa yang akan gue lakukan bila mesin waktu sudah bisa digunakan? gue akan menjawabnya dengan penuh keyakinan kalau gue akan pergi kembali ke tahun 1997 demi menancapkan ujung pisau dalam-dalam ke kedua batang leher teman sekelas SMP gue, satu batang leher milik si Gondrong dan satu batang yang lain kepunyaan Yursa. Gondrong dan Yursa gemar […]

#hidupinisepertitahunkeempat.

December 31, 2015

2

Damn, sudah hampir sembilan bulan blog ini gue anggurin, postingan terakhir ada pada bulan Maret 2015. Entahlah, gue pun merasakan kalau tahun 2015 bisa dibilang tahun yang paling tidak produktif bagi gue dalam membeli buku, membaca buku atau sekadar menulis blog. Well, speaking of blog. gue baru menyadari kalau usianya di Desember 2015 tepat berusia 4 tahun. […]

Tiga Puluh, Saat Semua Mulai Masuk Akal dan Itu Menyebalkan.

August 15, 2015

0

Dalam beberapa bulan ke depan, gue akan menjejak usia tiga puluh. Usia yang dibilang orang sebagai usia akhir dari masa remaja dan awal dari masa dewasa. Singkat kata, usia di mana pertanyaan “kapan kawin?” semakin terdengar nyaring disuarakan oleh orang-orang yang layak mendapatkan pukulan telak di hidung mereka. Mendekati usia tiga puluh tahun, ada banyak […]